GMNI Cilegon Kecam Dugaan Kebocoran Industri di PT MCI: Rakyat Jangan Terus Jadi Korban Kelalaian

KonteksMedia – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Cilegon mengecam keras dugaan kebocoran industri yang terjadi di kawasan PT MCI, wilayah Kelurahan Gerem, Kecamatan Gerogol, Kota Cilegon. Peristiwa tersebut dinilai telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan menjadi alarm serius atas lemahnya pengawasan industri di Kota Cilegon.

Ketua DPC GMNI Cilegon Andriansyah menilai dugaan kebocoran tersebut bukan sekadar insiden teknis biasa, melainkan indikasi adanya kelalaian dalam penerapan standar keselamatan operasional dan pengelolaan risiko industri. Sebagai kota industri strategis nasional, Cilegon dinilai menghadapi ancaman serius apabila aktivitas industri terus berjalan tanpa pengawasan ketat, transparansi, dan tanggung jawab terhadap keselamatan warga.

“Cilegon jangan dijadikan ladang keuntungan korporasi semata, sementara masyarakat dipaksa hidup di tengah ancaman pencemaran dan bahaya industri. Jika dugaan kebocoran di PT MCI ini benar terjadi, maka ada kelalaian serius yang harus dipertanggungjawabkan,” tegas Andriansyah, Senin (25/5/2026).

Menurut GMNI Cilegon, masyarakat di sekitar kawasan industri, khususnya warga Kelurahan Gerem dan Kecamatan Gerogol, selama ini berada dalam posisi rentan terhadap dampak industrialisasi, mulai dari polusi udara, limbah industri, gangguan kesehatan, hingga ancaman keselamatan akibat potensi kebocoran bahan berbahaya. Namun dalam berbagai kejadian, warga sering kali tidak mendapatkan informasi yang jelas dan terbuka dari pihak perusahaan maupun pemerintah.

GMNI Cilegon juga menyoroti minimnya transparansi perusahaan dan lemahnya respons pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. Mereka menilai keselamatan warga tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan investasi ataupun citra kawasan industri.

“Jangan sampai pemerintah hanya hadir saat meresmikan investasi, tetapi diam ketika masyarakat terancam akibat dugaan kegagalan industri. Keselamatan rakyat harus menjadi prioritas utama,” lanjutnya.

Selain mendesak investigasi terbuka dan independen terhadap dugaan kebocoran di PT MCI, GMNI Cilegon juga meminta audit menyeluruh terhadap sistem keamanan, standar operasional, dan manajemen risiko di seluruh kawasan industri Kota Cilegon. Evaluasi total dinilai penting guna mencegah terjadinya insiden yang lebih besar di kemudian hari.

GMNI Cilegon menegaskan bahwa perusahaan yang terbukti lalai harus diberikan sanksi tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Mereka juga meminta pemerintah daerah tidak tunduk terhadap tekanan korporasi dan berani berpihak kepada kepentingan masyarakat.

“Rakyat Cilegon tidak boleh terus hidup dalam ketakutan akibat ancaman industri. Jangan sampai keuntungan perusahaan dibayar dengan kesehatan, keselamatan, dan masa depan masyarakat,” tutup Andriansyah. (*/Red)

You might also like

Konteks Media merupakan media suara rakyat, dengan mengedepankan pikiran-pikiran kritis dan terbuka. Memberikan informasi yang faktual, aktual, serta detail kepada publik. Dengan mengedepankan prinsip-prinsip media yang independen sebagai media alternatif jalan pikiran masa depan rakyat Indonesia.