PNKT Gelar Temu Karya Ulang, Ahmad Aflahul Aziz Terpilih Ketua Karang Taruna Cilegon

Ketua Careteker Karang Taruna Kota Cilegon Kenny Novandri Saputra bersama pengurus nasional dan provinsi saat Temu Karya VI Karang Taruna Kota Cilegon di Kota Serang, Senin 2 Maret 2026.

KonteksMedia – Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) resmi menggelar Temu Karya VI Karang Taruna Kota Cilegon Tahun 2026 setelah hasil temu karya sebelumnya dinilai tidak sah.

Langkah tersebut sekaligus menjawab keraguan atas hasil Temu Karya sebelumnya yang menetapkan Edi Firmansyah sebagai ketua terpilih.

PNKT menyatakan proses tersebut tidak sesuai mekanisme sebagaimana diatur dalam regulasi organisasi, sehingga perlu dilakukan konsolidasi ulang melalui penunjukan careteker.

Diketahui Temu Karya Karang Taruna Kota Cilegon digelar di salah satu Cafe di Kota Serang, Senin 2 Maret 2026.

Kegiatan itu dihadiri Wakil Ketua Umum Bidang OKK Bahtiar Sebayang, Wasekjen PNKT, Ketua Karang Taruna Provinsi Banten Yudi Budi Wibowo, serta enam pengurus Karang Taruna dari kecamatan se-Kota Cilegon.

Ketua Careteker Karang Taruna Kota Cilegon sekaligus pengurus nasional, Kenny Novandri Saputra, mengatakan pelaksanaan temu karya ini merupakan arahan langsung dari pusat berdasarkan regulasi terbaru.

“Berdasarkan Permensos Nomor 9 Tahun 2025, yang mengasistensi pelaksanaan temu karya baik tingkat kabupaten/kota maupun provinsi adalah pengurus nasional,” kata Kenny kepada wartawan.

Ia menjelaskan, setelah Surat Keputusan careteker diterbitkan, pihaknya langsung melakukan konsolidasi kepada para pengurus yang sebelumnya telah menerima SK dari kepala daerah.

Namun, ia menegaskan bahwa mekanisme yang digunakan dalam temu karya kali ini merujuk pada sistem organisasi sesuai arahan pusat.

“Kami sampaikan bahwa mekanisme yang kita lakukan bukan lagi organisasi Karang Taruna yang dipakai selama ini, melainkan sesuai aturan terbaru yang ditetapkan pusat,” ujarnya.

Dalam temu karya tersebut, terdapat dua calon yang mendaftar sebagai kandidat ketua umum, yakni Mas Mulyana dan Ahmad Aflahul Aziz. Pendaftaran resmi ditutup sehari sebelum pelaksanaan.

“Semalam kami sudah tutup pendaftaran, ada dua kandidat atas nama Aziz dan Mulyana. Dalam pelaksanaan temu karya, musyawarah mufakat tercapai dan terpilihnya Bung Aziz secara aklamasi,” tutur Kenny.

Ia menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan temu karya menjadi tanggung jawab careteker, termasuk administrasi dan dokumentasi.

Dokumen hasil kegiatan akan segera diteruskan ke pusat untuk penerbitan SK legalitas kepengurusan baru.

“Dokumen serta administrasi ini akan kami teruskan ke pusat agar segera diterbitkan legalitasnya berupa SK. Kami juga memberikan tenggat waktu kepada ketua terpilih sebagai ketua formatur untuk menyusun kepengurusan,” jelasnya.

Kenny juga menitipkan pesan kepada ketua terpilih agar segera melakukan konsolidasi internal hingga ke tingkat bawah demi menjaga soliditas organisasi di Kota Cilegon.

“Terkait hal-hal yang menyangkut organisasi Karang Taruna, kami menitipkan kepada ketua terpilih untuk melakukan konsolidasi ulang ke bawah. Temu karya ini kami bertanggung jawab penuh secara organisasi, apapun mekanismenya bisa kami presentasikan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Terpilih Karang Taruna Kota Cilegon Periode 2026–2031, Ahmad Aflahul Aziz, membenarkan pelaksanaan temu karya yang diinisiasi oleh careteker tersebut.

“Iya, ada kegiatan temu karya Karang Taruna Kota Cilegon. Dan alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar sesuai amanat dari pengurus pusat,” ungkap Aziz (*/Red)

You might also like

Konteks Media merupakan media suara rakyat, dengan mengedepankan pikiran-pikiran kritis dan terbuka. Memberikan informasi yang faktual, aktual, serta detail kepada publik. Dengan mengedepankan prinsip-prinsip media yang independen sebagai media alternatif jalan pikiran masa depan rakyat Indonesia.