KonteksMedia – Ketua Umum HMI Cabang Cilegon, Tb. Rizki Andika, menyampaikan perhatian serius terhadap penggunaan anggaran sebesar Rp600 juta yang bersumber dari APBD Kota Cilegon untuk perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Cilegon.
Dalam keterangannya, Rizki menegaskan bahwa di tengah kondisi efisiensi anggaran yang sedang digaungkan oleh pemerintah, kebijakan tersebut perlu dikaji secara lebih bijak dan proporsional.
“Pada prinsipnya, kami tidak menolak perayaan HUT Kota sebagai bentuk refleksi dan kebanggaan daerah. Namun, penggunaan anggaran yang cukup besar harus mempertimbangkan skala prioritas pembangunan yang lebih mendesak dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujar Rizki.
Ia menambahkan, hingga saat ini masih terdapat sejumlah program pemerintah yang dinilai belum berjalan maksimal, baik dalam sektor pelayanan publik, kesejahteraan masyarakat, maupun pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
“Jangan sampai pesta rakyat dijadikan semacam ‘obat bius’ yang menutupi berbagai persoalan mendasar yang belum terselesaikan. Masyarakat membutuhkan solusi konkret, bukan sekadar euforia sesaat,” tegasnya.
Rizki juga mendorong Pemerintah Kota Cilegon untuk lebih transparan dalam pengelolaan anggaran serta membuka ruang partisipasi publik dalam menentukan arah kebijakan pembangunan.
“Kami berharap pemerintah mampu menempatkan anggaran sebagai instrumen kesejahteraan, bukan hanya seremonial. Momentum HUT seharusnya menjadi bahan evaluasi kinerja, bukan sekadar perayaan,” lanjutnya.
Sebagai organisasi kader dan kontrol sosial, HMI Cabang Cilegon berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
“Pemerintah dan masyarakat harus berjalan beriringan. Kritik yang kami sampaikan adalah bentuk tanggung jawab moral agar pembangunan Kota Cilegon berjalan lebih adil, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama,” tutup Rizki.