KonteksMedia — Menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin nyata, Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) sukses menyelenggarakan aksi Bakti Sosial Ekologis dalam rangka memperingati Dies Natalis GMNI ke-72 (10/4). Kegiatan ini berlangsung di Situ Rawa Arum, Kota Cilegon, Banten, dengan mengusung tema “Menanam Hari Ini, Menjaga Esok Hari.”
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen GMNI dalam mengintegrasikan kepedulian sosial dengan upaya pemulihan ekosistem lingkungan. Berpusat di kawasan Situ Rawa Arum, aksi ini melibatkan puluhan kader GMNI bersama unsur Pemerintah Kota Cilegon yang bahu-membahu melaksanakan berbagai aktivitas penghijauan.
Acara dibuka secara resmi oleh Kabid Ketahanan Sosial dan Ekonomi Bakesbangpol Provinsi Banten, Drs. Taufikurohman, M. Si, dan di bersamai Sekretaris Jenderal DPP GMNI, Bung Patra Dewa, bersama Pemerintah Kota Cilegon, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan penanaman bibit pohon sebagai bagian dari upaya reboisasi. Langkah ini bertujuan meningkatkan serapan karbon sekaligus mencegah potensi abrasi dan zero dioksida di kawasan industri tersebut.
Sekretaris Jenderal DPP GMNI, Bung Patra Dewa, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari refleksi ideologis GMNI dalam momentum Dies Natalis ke-72.
“Tema besar Dies Natalis GMNI ke-72 tahun dengan Gotong Royong Wujudkan Pasal 33 UUD 1945, mengedepankan ekonomi yang dikelola secara bersama-sama dan gotong royong, dan GMNI menjadi motor agent of change untuk bersama-sama wujudkan kepentingan rakyat dalam membangun masyarakat Pancasila.”jelas Patra Dewa.
Dukungan dan apresiasi juga datang dari Pemerintah Kota Cilegon. Asisten Daerah (Asda) III Pemkot Cilegon, Bapak Syafrudin, menyampaikan:
“Apresiasi terhadap semangat pejuang-pemikir kader GMNI dalam menyongsong agenda Dies Natalis ke-72 tahun. Kami berharap besar GMNI mampu menjadi candradimuka dari pergerakan mahasiswa di Indonesia.”
Sementara itu, tokoh masyarakat sekaligus perwakilan LSM Gapura Situ Rawa Arum, Bapak Husain, menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan ekonomi rakyat.
“Mahasiswa harus menjadi agen perubahan dalam menjaga ekosistem lingkungan dan keberlangsungan ekonomi kerakyatan.”
turut ditegaskan pula bahwa kegiatan ini membawa pesan mendalam tentang keterkaitan antara manusia dan lingkungan.
“Kami percaya bahwa kesejahteraan manusia tidak bisa dipisahkan dari kesehatan lingkungannya. Menolong sesama juga berarti menjaga rumah besar kita bersama, yaitu bumi.”, tutup Patra Dewa.
Kegiatan ditutup dengan deklarasi komitmen bersama seluruh peserta untuk menjaga dan merawat bibit pohon yang telah ditanam. Komitmen ini menjadi simbol bahwa gerakan ekologis yang dilakukan bukan sekadar seremonial, melainkan langkah awal menuju perubahan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, DPP GMNI kembali menegaskan posisinya sebagai organisasi mahasiswa yang tidak hanya responsif terhadap isu sosial, tetapi juga aktif dalam menjawab tantangan ekologis dan memperjuangkan ekonomi kerakyatan berbasis nilai-nilai Pancasila. (*/Red)