Komisi IV DPRD Kota Cilegon Apresiasi CSR PT UIC, Dinilai Tepat Sasaran dan Berdampak

KonteksMedia – Komisi IV DPRD Kota Cilegon mengapresiasi kontribusi PT Unggul Indah Cahaya (UIC) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) yang dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat di sekitar perusahaan.

Apresiasi tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Kota Cilegon, Muhammad Saiful Basri, saat menyampaikan sambutannya dalam kegiatan peresmian lapangan voli di Link Cikuasa Kelurahan Gerem Kecamatan Grogol Kota Cilegon, Selasa (11/8/2026).

Ia mengapresiasi pola komunikasi dan pelaksanaan program CSR produsen bahan baku industri deterjen tersebut yang dianggap melibatkan masyarakat secara langsung.

Menurut Basri, keterlibatan masyarakat dalam menentukan bentuk bantuan menjadi salah satu hal positif yang patut dicontoh oleh perusahaan industri lainnya di Kota Cilegon.

“UIC ini bisa menjadi salah satu contoh untuk industri yang lainnya karena menerapkan manajemen terhadap masyarakat itu untuk membangun satu komunikasi yang baik,” ujarnya.

Ia mengatakan, komunikasi yang terjalin antara perusahaan dan masyarakat membuat program CSR dapat disesuaikan dengan kebutuhan lingkungan.

Salah satunya terlihat dari adanya usulan pembangunan fasilitas umum dari tiga RW di sekitar perusahaan.

“Terus kemudian ketika memang ada usulan dari lingkungan dan hari ini ada tiga wilayah, tiga RW, yang memang mengusulkan untuk fasilitas umum. Dan fasilitas umum ini kebetulan dibangun bentuknya adalah lapangan voli,” katanya.

Basri menilai, pembangunan lapangan voli tidak hanya memberikan manfaat dari sisi olahraga, tetapi juga dapat digunakan masyarakat untuk berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

“Lapangan voli itu bisa dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan sosial, Baik itu untuk orang hajatan, khitanan, terus acara 17-an,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi keterbukaan PT UIC dalam membangun komunikasi dengan masyarakat yang berada di lingkungan sekitar perusahaan.

Menurutnya, komunikasi yang terbuka penting agar keberadaan industri memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Komunikasi yang selalu terbuka untuk masyarakat terdekat, terkait kegiatan ataupun program yang bentuknya adalah untuk kegiatan sosial,” ujarnya.

Selain melalui program CSR, keberadaan PT UIC juga dinilai memberikan kontribusi melalui penyerapan tenaga kerja lokal. Saeful menyebut mayoritas tenaga kerja perusahaan berasal dari masyarakat lokal.

“Karena UIC sendiri yang kita lihat adalah mayoritas itu tenaganya dari lokal,” katanya.

Menurut Basri, komitmen perusahaan terhadap masyarakat juga terlihat dari keterlibatan jajaran manajemen dalam kegiatan yang bersentuhan langsung dengan lingkungan sekitar.

Bahkan, jajaran top management perusahaan disebut turut hadir untuk berkomunikasi dengan masyarakat.

“Jajaran manajemen UIC mewakili, mereka hadir justru dari top management mereka. Artinya mereka dari pusat mau turun menyapa langsung terhadap masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai, kehadiran langsung manajemen perusahaan membuat aspirasi masyarakat dapat didengar secara lebih baik.

Dengan demikian, perusahaan dapat mengetahui kebutuhan maupun persoalan yang dihadapi masyarakat di lapangan.

“Jadi UIC sendiri mereka mau menampung dan mendengar langsung, bahkan turun ke lapangan untuk apa sih yang terjadi di lapangan supaya adanya industri ini bisa bermanfaat,” katanya.

Basri berharap pola komunikasi dan pelaksanaan CSR yang dilakukan PT UIC dapat menjadi contoh bagi perusahaan industri lainnya di Kota Cilegon dalam membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat.

“Saya mengapresiasi terhadap UIC. Karena memang selama ini kita membangun komunikasi itu tidak sulit, justru mereka membuka ruang, seperti itu. Mudah-mudahan sih bisa jadi contohlah buat yang lainnya,” ucapnya.(*/Red)

You might also like

Konteks Media merupakan media suara rakyat, dengan mengedepankan pikiran-pikiran kritis dan terbuka. Memberikan informasi yang faktual, aktual, serta detail kepada publik. Dengan mengedepankan prinsip-prinsip media yang independen sebagai media alternatif jalan pikiran masa depan rakyat Indonesia.