Keindahan Tersembunyi Bukit Pariuk Nangkub di Desa Katumbiri

KonteksMedia – Kabupaten Pandeglang, salah satu daerah di Provinsi Banten yang memiliki banyak wisata alam yang sangat indah. Pegunungan, hutan rimbun, air terjun, sumber mata air alami, luasnya lautan dan hamparan sawah yang membentang di sepanjang jalan, membuat sejuk dan segar bagi setiap orang yang mengunjunginya. Dengan banyaknya keindahan alam tersebut, Kabupaten Pandeglang memiliki banyak potensi wisata, diantaranya ada Curug Putri Carita dengan keindahan air terjunnya, Wisata Leuwi Bumi dengan keindahan hamparan sawah dan juga sungai, kemudian ada pemandian sumber mata air, yaitu Cikoromoy serta ada juga Pantai Oar dengan keindahan pantainya dan masih banyak lagi yang lainnya.

Selain beberapa tempat tersebut, banyak juga tempat wisata yang belum banyak diketahui banyak orang, salah satunya Pariuk Nangkub. Pariuk Nangkub merupakan salah satu tempat wisata alam Kabupaten Pandeglang yang tempatnya terletak di Kampung Sabrang, Desa Katumbiri, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Nama Pariuk Nangkub berasal dari Bahasa Sunda, “Pariuk” yang artinya alat atau wadah untuk masak dan “nangkub” yang berarti dalam posisi nangkub atau dalam keadaan terbalik.

Nama tersebut mempunyai cerita yang unik, dimana dahulu ada pedagang ikan pindang yang menggunakan wadah pariuk, namun karena jalan yang dilalui itu licin, pedagang tersebut pun jatuh. Kesal karena jualannya tumpah, pedagang tersebut menendang pariuknya hingga terbalik atau dalam posisi nangkub. Pemilik sekaligus salah satu dari 7 pengelola taman wisata tersebut bernama Bapak Iip Sutisna atau warga sekitar biasa memanggil beliau dengan nama Pak Carik. Selain pemilik taman wisata, Pak Carik sendiri merupakan seorang Sekretaris Desa Katumbiri.

Pariuk Nangkub juga merupakan wisata alam berupa perbukitan dengan pemandangan hutan, hamparan sawah, sekaligus kita bisa melihat Pantai Camara dari atas bukit Pariuk Nangkub. Pada tahun 2020, awalnya hanya dibuat spot tempat untuk foto-foto dan masih terus dalam tahap perkembangan, dari penambahan jembatan kayu, kolam renang, taman bunga, dan lain sebagainya.

Rencananya, pada tahun 2025 nanti, akan dibangun semacam atau sejenis playground anak-anak, campinground dan fasilitas pendukung lainnya, ucap Pak Carik. Taman wisata ini merupakan hasil dari kerjasama antara masyarakat desa dengan pihak Perum Pertani pada tahun 2018 dengan target kontrak selama 35 tahun, kerjasama tersebut menandakan kelegalan wisata Pariuk Nangkub itu sendiri. Persentase pembagian hasil pun 75%nya dimiliki oleh masyarakat yang digunakan untuk membayar para pekerja taman wisata.

Letaknya yang berada di dataran tinggi membuat udara disana pun masih terasa sejuk, ditambah dengan indahnya pemandangan hutan dan persawahan yang hijau, birunya laut, dan bersihnya langit yang mengitarinya. Di sana pun kalian dapat menyegarkan badan dengan berenang di kawasan kolam renang dengan harga Rp. 5.000 saja untuk anak-anak dan Rp. 10.000 untuk kalangan dewasa.

Berenang sembari menikmati indahnya pemandangan dan sejuknya udara di sana dapat menghilangkan penat. Selain itu juga di sana terdapat tempat fasilitas kamar mandi, musholla serta tempat makan. Untuk kalian para pecinta motor trail, di sana pun menyediakan track atau jalur khusus yang mengelilingi Pariuk Nangkub, dan menyediakan paket Trabas Motor Trail yang dapat kalian hubungi melalui Bapak Iip Sutisna (087770466122).

Untuk sampai ke Pariuk Nangkub, membutuhkan waktu kurang lebih tiga jam perjalanan dari pusat Kota Pandeglang (Alun-alun Pandeglang).

Tulisan ini persembahan dari : (KKM Untirta 2023 Kelompok 70 Kecamatan Cigeulis; Dosen Pembimbing Lapangan: Vadilla Mutia Zahara, S.E., M.E)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like

Konteks Media merupakan media suara rakyat, dengan mengedepankan pikiran-pikiran kritis dan terbuka. Memberikan informasi yang faktual, aktual, serta detail kepada publik. Dengan mengedepankan prinsip-prinsip media yang independen sebagai media alternatif jalan pikiran masa depan rakyat Indonesia.