Syarikat Islam Banten dan Danrem 064/MY Bahas Tegakkan KAMTIBMAS

KonteksMedia – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Syarikat Islam Banten, KH. Hafidin, bersama Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 064/Maulana Yusuf, Brigadir Jenderal TNI Fierman Sjafirial Agustus, mengadakan pertemuan strategis pada Selasa, 7 Januari 2024.

Dalam pertemuan tersebut, kedua tokoh membahas langkah sinergis untuk menegakkan Ketertiban dan Keamanan Masyarakat (KAMTIBMAS) di Banten melalui pendekatan kearifan lokal dan penguatan kedaulatan bangsa.

Fokus utama pertemuan adalah memperkuat kerja sama antara ulama dan TNI dalam menjaga ketertiban, melindungi masyarakat, dan menegakkan nilai-nilai luhur budaya Banten.

KH. Hafidin menyoroti pentingnya peran ulama dalam membangun moral masyarakat yang berbasis iman dan takwa.

“Kami berkomitmen untuk mengedepankan nilai-nilai agama dan tradisi lokal Banten dalam menghadapi tantangan sosial, termasuk menolak keberadaan pabrik miras yang merusak generasi muda,” ujar Hafidin.

Selain membahas isu miras, pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya penguatan jiwa patriotik dan bela negara, khususnya bagi para santri. Maka perlu mengembangkan program-program pelatihan bela negara di pesantren-pesantren sebagai upaya membangun generasi muda yang cinta tanah air.

Topik lain yang dibahas adalah penguatan kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan di Banten. Kedua tokoh menekankan pentingnya menciptakan sistem ekonomi berbasis lokal yang mampu menghadirkan kedaulatan pangan di tingkat regional dan nasional.

“Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi jangka panjang antara ulama dan TNI di Banten,” kata KH. Hafidin. Ia juga menekankan bahwa sinergi ini bukan hanya demi masyarakat Banten, tetapi juga untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sementara itu, Brigjen Fierman menegaskan perlunya pendekatan kolaboratif antara TNI dan ulama dalam menghentikan produksi minuman keras ilegal di Banten.

“Kerja sama ini bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga edukasi dan penyadaran kepada masyarakat untuk memahami dampak buruk miras terhadap generasi penerus,” katanya. (*/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like

Konteks Media merupakan media suara rakyat, dengan mengedepankan pikiran-pikiran kritis dan terbuka. Memberikan informasi yang faktual, aktual, serta detail kepada publik. Dengan mengedepankan prinsip-prinsip media yang independen sebagai media alternatif jalan pikiran masa depan rakyat Indonesia.