Pengurus Pusat GPII Dukung Program KemendesPDT

KonteksMedia – Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII) mendukung Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertingal (KemenPDT) Republik Indonesia melalui gebrakan program – program dimasa Kepemimpinan Yandri Susanto. Gebrakan itu diantaranya dengan menyiapkan dana sebesar Rp16 Triliun yang difokuskan untuk pembangunan ketahanan pangan.

“Dana sebesar Rp16 Triliun itu sangatlah banyak untuk mewujudkan swasembada pangan tentunya. Dan program ini haruslah didukung oleh semua pihak,” ucap Masri Ikoni Ketua PP GPII dikantornya, Jakarta (08/03).

Indonesia lanjut Masri pernah mencapai swasembada pangan pada Tahun 1984 dengan beberapa upaya yang dilakukan pada saat ini seperti mengoptimalkan pemanfaatan bendungan dan irigasi yang menunjang pertanian, Meningkatkan luas lahan sawah, mengelola usaha tani secara tersetruktur dengan infrastruktur modern dan mewujudkan agribisnis pertanian modern yang melibatkan generasi muda.

“Apalagi KemendesPDT ini programnya sangatlah bagus dalam rangka merealisasikan ketahanan pangan dengan memastikan belanja dana desa paling rendah 20 % sebagai penyertaan modal untuk BUMDesa dan Investasi bagi lembaga ekonomi masyarakat di Desa lainnya untuk program ketahanan pangan,” ucapnya.

Tentunya kata Masri dana yang digelontorkan tersebut haruslah di awasi penggunannya agar benar – benar dipergunakan sebagaimana mestinya dalam rangka mewujudkan kemandirian dibidang pangan.

“Kami sudah intruksikan pengurus GPII sampai ketingkat Kecamatan se – Indonesia agar membantu dan mengawasi implementasi program ketahanan pangan pak Menteri Desa,” pungkasnya. (*/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like

Konteks Media merupakan media suara rakyat, dengan mengedepankan pikiran-pikiran kritis dan terbuka. Memberikan informasi yang faktual, aktual, serta detail kepada publik. Dengan mengedepankan prinsip-prinsip media yang independen sebagai media alternatif jalan pikiran masa depan rakyat Indonesia.