KonteksMedia – Pengusaha angkutan truk yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Banten layangkan surat audiensi terkait protes penarikan tarif dua kali lipat terjauh di ruas tol Tangerang – Merak bagi truk yang bermuatan overload.
Ketua Aptrindo Banten, Syaiful Bahri mengatakan, rencana audiensi itu muncul lantaran biaya tarif yang dikenakan oleh pengelola jalan tol yakni PT. Astra Infra Toll Road dianggap tidak adil.
Sebab, kata Dia, saat kendaraan truk yang bermuatan lebih atau overload masuk dari pintu Tol Cilegon Barat menuju pintu keluar Tol Serang Barat, itu dikenakan tarif dua kali lipat.
“Kami sudah buat surat untuk audiensi, kita lihat minggu ini, nanti kalo mereka ada jawaban kita audiensi. Kalo engga ada jawaban kita akan kirimi surat lagi,” kata Syaiful Bahri, Kamis, (22/5/2025)
Dikatakan Syaiful Bahri, jika proses audiensi tidak bisa dilakukan, maka Aptrindo Banten akan menggugat persoalan tersebut.
“Kita langkahnya akan audiensi, kalau engga ya kita gugat. Saya bicara sebagai pimpinan organisasi tentu harus melakukan apa yang diputuskan pada saat rapat,” kata Syaiful
Dengan langkah itu, ia mempercayai bahwa bukan hanya sekadar untuk kepentingan pengusaha truk, tapi seluruh pengguna jalan.
“Kita membawa kepentingan banyak orang yang dirugikan oleh astra tol. Karena kan Astra tol ini, satu-satunya operator tol yang melakukan kebijakan ini,” tandas Syaiful
Syaiful Bahri mengaku pengajuan surat audiensi tersebut sampai saat ini belum direspon oleh pihak astra tol, padahal Aptrindo sudah mengirimkan sejak tanggal 13 Mei 2025.
Sementara itu, hingga berita ini tayang, wartawan KonteksMedia terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Astra toll, tapi sampai saat ini belum memberikan pernyataan secara resmi. (*/Red)