KonteksMedia – Pasca pertemuan Pemerintah Kota Cilegon dengan perwakilan kontraktor utama proyek, yakni PT China Chengda Engineering, PT Total Bangun Persada, dan PT Seven Gates Indonesia, pada Jumat (13/6/2025) lalu.
Walikota Cilegon, Robinsar menegaskan Pemerintah Kota Cilegon hanya menjembatani hubungan antara industri dengan pengusaha lokal.
Karena hal tersebut merupakan tindak lanjut dari diskusi sebelumnya dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI mengenai peluang pengusaha lokal.
“Kita hanya menjembatani, Pemkot hari ini bukan yang bagi-bagi porsi, bukan! Kita bukan bagi-bagi kue, bukan! Kita hanya menjembatani, apa yang menjadi kebutuhan CAA supaya terkonfirmasi oleh pengusaha lokal, DPMPTSP untuk mengkomunikasikan,” kata Walikota Cilegon, Robinsar, usai rapat 2 Rancangan Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) bersama DPRD Cilegon, Senin (23/6/2025).
Ia menjelaskan, leading komunikasi dipegang oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) dan sudah menjalin komunikasi dengab Pihak CAA dan Kadin Cilegon.
“Sudah dengan CAA, kemarin PTSP Bu Nufus kemarin sudah mengkomunikasikan dengan Kadin kaya gitu-gitu kan supaya nanti mengikuti aturan-aturan yang berlaku mengikuti standarisasi yang diharapkan oleh CAA,” ujarnya
Robinsar mengakui, terkait komunikasi dengan semua asosiasi pengusaha baru yang mewakili saja.
“Belum dengan semua pengusaha yah baru yang mewakili,” katanya
“Kami akan mengawal apabila memang ketika langkahnya sudah kami lakukan ternyata mungkin perusahaan lokal pun belum masuk, Tapi kalau syaratnya terpenuhi tapi belum masuk juga, nah kita coba komunikasi juga dengan BKPM RI,” imbuhnya
Robinsar menegaskan akan mengawal proses tersebut dan mengikuti prosedur yang ada di CAA.
“Kita ikutin nih polanya CAA, kalau semuanya sudah terpenuhi semua syaratnya, yah harusnya masuk tinggal harganya doang mungkin gitu,” pungkasnya (*/Red)