KonteksMedia – Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi sorotan utama Ketua DPRD Cilegon, Rizki Khairul Ichwan. DPRD menekankan perlunya optimalisasi kinerja eksekutif untuk memaksimalkan potensi PAD guna memperkuat fiskal daerah.
Langkah tersebut harus ditempuh menurut Rizki lantaran ditahun anggaran 2026 ada pengurangan Transfer Keuangan Daerah (TKD) yang tentunya sangat berdampak terhadap fiskal daerah.
“Yang paling penting OPD penghasil ini benar-benar bisa menggenjot pendapatan. Memang ada kebocoran di situ, itu tolong dibenahi secara segera. Kita kasih batas waktu sampai akhir tahun ini,” ungkapnya, Kamis (27/11/2025).
Selain menyoroti soal kebocoran pendapatan, Rizki juga mendorong agar Pemkot Cilegon melakukan rasionalisasi terkait belanja pegawai. Menurutnya, itu bisa menjadi bom waktu apabila tidak dilakukan pembenahan.
“Tapi yang paling memungkinkan solusinya adalah bagaimana kita bisa meningkatkan PAD. Kalau kita hanya bergantung kepada dana transfer untuk belanja operasi di bidang pegawai, ya posisinya akan sama saja. Makanya bagaimanapun itu tadi, solusi utamanya adalah bagaimana harus secara kreatif menggali PAD di tingkat daerah,”ujarnya.
Rizki berharap, pemangkasan TKD tidak mengganggu pelayanan dasar untuk masyarakat Kota Cilegon.
“Makanya yang paling penting, pos belanja daerah itu harus disesuaikan dengan mandatori spending terlebih dahulu, yang sesuai dengan amanat konstitusi. Baru setelah itu dirasionalisasikan dengan OPD-OPD yang lain,” pungkasnya. (*/Red)