Pengabdian Masyarakat Mahasiswa S3 PAI UMM: Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Metode Tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Sabilurrahman

KonteksMedia — Mahasiswa Program Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ubaidillah, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan judul “Implementasi Konsep Diferensiasi dalam Metode Tahfidz Al-Qur’an” di Pondok Pesantren Sabilurrahman, Kota Serang, Provinsi Banten.

Kegiatan ini dilaksanakan di penghujung akhir tahun 2025, sebagai wujud komitmen menutup tahun dengan amal keilmuan dan pengabdian, sekaligus menyongsong tahun baru dengan semangat perbaikan mutu pendidikan Al-Qur’an.

Kegiatan PKM ini dirancang dan dilaksanakan secara bertahap dan terstruktur, sebagai bentuk keseriusan dalam mengintegrasikan kajian akademik perguruan tinggi dengan kebutuhan riil lembaga pendidikan pesantren.

Pendekatan ini dipilih agar konsep pembelajaran yang ditawarkan tidak bersifat normatif semata, melainkan kontekstual dan aplikatif sesuai dengan dinamika pembelajaran tahfidz Al-Qur’an di pesantren.

Sebelum implementasi secara menyeluruh kepada para pendidik, tim pengabdian terlebih dahulu melakukan pemaparan awal dan koordinasi akademik dengan jajaran pimpinan pesantren serta pengelola program tahfidz.

Tahapan awal ini dimaksudkan sebagai ruang penyamaan persepsi dan penyelarasan visi antara tim akademik dan pengelola pesantren, agar pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi dapat diterapkan secara tepat dan berkelanjutan.

Tahap pertama kegiatan PKM dilaksanakan pada Senin malam, 30 Desember 2025, pukul 20.00 WIB, dengan sasaran pengurus pesantren dan Tim Mas’ul Tahfidz. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Sabilurrahman, K.H. Drs. Ofa Musthofa, S.Pd.I, serta Ust. Abdul Karim selaku Wakil Mudir Bidang Ketahfidzan sekaligus Koordinator Mas’ul Tahfidz.

Pada forum tersebut, dipaparkan konsep dasar pembelajaran berdiferensiasi dalam perspektif pendidikan Islam, urgensinya dalam pembelajaran tahfidz Al-Qur’an, serta relevansinya dengan karakteristik santri yang memiliki kemampuan, kecepatan hafalan, dan gaya belajar yang beragam. Diskusi berlangsung secara dialogis dan reflektif, khususnya dalam konteks evaluasi program tahfidz di akhir tahun serta perumusan strategi pengembangan pembelajaran pada tahun mendatang.

Tahap kedua dilaksanakan pada Selasa, 31 Desember 2025, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, dengan sasaran seluruh ustadz dan ustadzah tahfidz Pondok Pesantren Sabilurrahman.

Pada tahap ini, materi disampaikan secara lebih aplikatif dan operasional, sebagai bekal praktis bagi para pendidik dalam mengelola pembelajaran tahfidz Al-Qur’an.

Materi yang disampaikan meliputi pemetaan kemampuan santri tahfidz, diferensiasi metode hafalan, penyesuaian target capaian tahfidz secara proporsional, serta strategi evaluasi pembelajaran yang berkeadilan dan berorientasi pada pembinaan karakter Islami.

Selain itu, ditekankan pula pentingnya integrasi nilai-nilai karakter seperti kedisiplinan, kesabaran, keistiqamahan, dan tanggung jawab dalam setiap proses pembelajaran tahfidz Al-Qur’an.

Kegiatan PKM ini mendapat respons positif dari para pendidik pesantren, karena dinilai mampu memberikan pendekatan alternatif yang lebih adaptif dan humanis terhadap dinamika pembelajaran tahfidz.

Momentum pelaksanaan di penghujung pergantian tahun juga dipandang tepat sebagai sarana muhasabah dan peneguhan komitmen dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an di tahun berikutnya.

Melalui kegiatan PKM ini, diharapkan pembelajaran tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Sabilurrahman semakin berkualitas, humanis, dan berkelanjutan, tidak hanya berorientasi pada capaian hafalan semata, tetapi juga pada pembinaan karakter, spiritualitas, dan kepribadian santri secara utuh. (*/Red)

You might also like

Konteks Media merupakan media suara rakyat, dengan mengedepankan pikiran-pikiran kritis dan terbuka. Memberikan informasi yang faktual, aktual, serta detail kepada publik. Dengan mengedepankan prinsip-prinsip media yang independen sebagai media alternatif jalan pikiran masa depan rakyat Indonesia.