KonteksMedia – Gubernur Banten Andra Soni, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk menekan angka putus sekolah melalui program Sekolah Gratis.
Program ini diprioritaskan bagi jenjang pendidikan menengah swasta yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
Program tersebut muncul karena angka putus sekolah tingkat menengah di Provinsi Banten masih menjadi perhatian serius. Hal ini tercermin dari rata-rata lama sekolah masyarakat Provinsi Banten yang baru mencapai 9,16 tahun.
Program yang diluncurkan pada 2 Mei 2025 lalu itu untuk tahun ajaran 2025/2026, bertujuan meningkatkan partisipasi pendidikan 12 tahun.
Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon, Sokhidin menilai, program tersebut merupakan komitmen nyata Gubernur Banten Andra Soni terhadap dunia pendidikan.
“lebih dari 65.770 siswa SMA, SMK, dan SKh swasta di seluruh Banten pada tahap awal ajaran 2025/2026, dan sebanyak 811-814 sekolah swasta telah bergabung dalam program ini,” kata sokhidin
Tentu tahun 2026 kata dia, penerima manfaat sekolah gratis akan bertambah, karena bukan hanya kelas 10 saja, tapi kelas 11 juga akan kembali menerima manfaatnya, ditambah Madrasah Aliyah juga akan direncanakan mendapatkan program sekolah gratis.
Ketua Penasehat Partai Gerindra Kota Cilegon ini juga menilai, kepemimpinan Gubernur Banten Andra Soni terus berupaya menggerakkan pembangunan Provinsi Banten ke arah pemerataan dan keberlanjutan.
“Kami di daerah khususnya Kota Cilegon merasakan dampak yang sangat luar biasa dalam program ini,” katanya
“Terutama program unggulan dari Pak andra yaitu Banten Bagus (infrastruktur), Banten Sehat, Banten Cerdas, Banten Kuat, Banten Indah, Banten Makmur, Banten Ramah, dan Banten Melayani, mendorong terciptanya keadilan di seluruh wilayah,” pungkasnya (*/Red)