KonteksMedia – Momentum Hari Lahir (Harlah) ke-22 Badan Pengelola Latihan (BPL) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Cilegon dimanfaatkan sebagai ajang konsolidasi dan penguatan kaderisasi organisasi. Melalui dialog kader yang digelar di Aula Rumah BUMN Kota Cilegon, Kamis (7/5), HMI menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlangsungan kaderisasi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya kader.
Koordinator Presidium MD KAHMI Cilegon, Masduki, menegaskan bahwa pengkaderan merupakan denyut utama organisasi yang tidak boleh berhenti. Menurutnya, HMI harus mampu menjaga identitas dan keunggulannya di tengah tantangan zaman.
“Ini bukan hanya silaturahmi kader, tapi bagaimana memastikan proses pengkaderan terus berjalan. Jangan sampai terjadi krisis kader. HMI harus hadir dengan gaya dan ciri khasnya sendiri,” ujar Masduki.
Ia menilai proses kaderisasi di tubuh HMI saat ini sudah berjalan cukup baik, namun perlu terus diperkuat agar mampu melahirkan kader yang berkualitas dan memiliki daya saing.
“Hari ini sudah bagus, tapi harus lebih bagus lagi. Kaderisasi harus terus berjalan dan ditingkatkan kualitasnya,” katanya.
Sebagai langkah konkret, MD KAHMI Cilegon berencana memperluas pola pembinaan kader melalui silaturahmi ke berbagai kampus di Kota Cilegon. Selain itu, pihaknya juga mulai menjajaki kerja sama dengan dunia industri.
Masduki mengungkapkan, MD KAHMI akan mengumpulkan sejumlah HRD perusahaan di Kota Cilegon untuk membahas peluang kerja sama terkait program praktik kerja lapangan (PKL) mahasiswa agar sesuai dengan jurusan dan kompetensi akademik.
“Kami ingin mahasiswa yang PKL benar-benar ditempatkan sesuai bidang keilmuannya. Karena itu, nanti akan ada MoU dengan pihak industri,” jelasnya.
Ia menambahkan, kehadiran MD KAHMI dalam kegiatan tersebut juga sebagai bentuk pengawasan dan dukungan terhadap proses kaderisasi di tingkat komisariat.
“Kami ingin memastikan kaderisasi berjalan optimal karena dalam waktu dekat juga akan dilakukan rapat kerja untuk penguatan program,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum BPL HMI Kota Cilegon, Ali Misri, menyebut Harlah ke-22 menjadi momentum refleksi sekaligus evaluasi terhadap arah kaderisasi organisasi.
“Ini bukan sekadar seremonial. Dialog kader ini menjadi ruang konsolidasi agar proses pengkaderan berjalan sistematis, terarah, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Ali, BPL HMI ke depan akan lebih fokus meningkatkan kualitas pelatihan dan pembinaan kader agar mampu bersaing, baik di dunia akademik maupun profesional.
“Kami ingin kader HMI tidak hanya unggul secara jumlah, tetapi juga berkualitas dan siap menghadapi tantangan zaman,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk terus menjaga semangat dan nilai-nilai ke-HMI-an sebagai identitas organisasi serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kader HMI harus percaya diri, punya daya saing, dan hadir memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di Kota Cilegon,” tandasnya.