Kekosongan Kepemimpinan Kadin Cilegon, Sejumlah Pengusaha Minta KADIN Pusat dan Banten Tegas

KonteksMedia – Kekosongan kursi Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Cilegon pasca mencuatnya kasus hukum yang menyeret sejumlah pengurus, memicu keresahan di kalangan pelaku usaha. Salah satu anggota KADIN Cilegon, Faishal yang akrab disapa Ichal, secara terbuka menyuarakan desakan agar Musyawarah Kota Luar Biasa (Mukotalub) segera digelar guna menyelamatkan roda organisasi yang dinilainya mengalami stagnasi serius.

Menurut Ichal, absennya kepemimpinan yang sah di tubuh KADIN Cilegon telah membuat pelayanan terhadap anggota terganggu, terutama dalam hal administratif. Situasi ini, katanya, berdampak langsung pada kelancaran aktivitas para pelaku usaha di daerah.

“Setelah pelantikan Pak Walikota Robinsar ini pertumbuhan pengusaha baru di Cilegon cukup tinggi,” ujar Ichal, Minggu (15/6/2025).

Ia menekankan, ketidakpastian tersebut menghambat berbagai kepentingan pelaku usaha yang selama ini menggantungkan diri pada pelayanan organisasi. Karena itu, ia mendesak KADIN Pusat dan KADIN Provinsi Banten untuk turun tangan dan mengambil langkah konkret.

“Bisa mengantarkan ke Mukotalub, ini harus terkoordinasi. Kasihan juga pelaku bisnis, jangan sampai kisruh dan ketidakpastian organisasi seperti sekarang ini berlarut dan mengorbankan kepentingan anggota,” tambahnya.

Sementara itu pengusaha lainnya juga merasakan hal yang sama, isu layanan di Kadin Cilegon harus menjadi salah satu prioritas yang harus segera diselesaikan dan pertimbangan untuk pembenahan organisasi.

Samlawi menyoroti stagnasi organisasi akibat ketiadaan kepemimpinan yang sah. Menurutnya, hal ini membuat berbagai kebutuhan administratif para anggota KADIN tidak dapat dilayani secara maksimal.

“Sekarang misalnya, contoh kecil kalau saya mau memperpanjang KTA KADIN siapa yang mau tandatangan? Mau Ketua Umum? Gak bisa! Orang dia sudah jadi tersangka kok. Mau Wakil Ketua? Gak bisa! Dia sudah jadi tersangka kok,” ujar Samlawi, Senin (16/6/2025).

Ia menilai, situasi tersebut sangat menghambat mobilitas dan kepentingan para pelaku usaha yang selama ini bergantung pada pelayanan KADIN. Oleh karena itu, ia mendesak agar KADIN Pusat dan Provinsi Banten segera mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan organisasi di tingkat kota.

“Bisa mengantarkan ke Mukotalub, ini harus terkoordinasi. Kasihan juga pelaku bisnis. Emang yang diurusin KADIN cuma CAA doang? Ya enggak lah,” tambahnya.

Lebih lanjut, Samlawi mengaku prihatin atas kondisi KADIN Cilegon pasca insiden internal yang sempat menjadi sorotan publik. Ia menyebut, sudah hampir dua bulan sejak kejadian tersebut, namun belum ada tindakan nyata dari KADIN Pusat dan Provinsi Banten.

“Saya ini bagian dari KADIN Cilegon sebagai pengusaha dan pebisnis sekaligus anggota KADIN, menyikapi KADIN Cilegon pasca kejadian gebrak meja, dan ini kan sudah hampir 2 bulan, seyogyanya KADIN Pusat dan Provinsi mengambil peran, jangan membiarkan,” ujarnya.

Direktur PT Gunung Baja Hutama, tersebut mengingatkan pentingnya peran KADIN Pusat Provinsi Banten dalam menjaga nama baik organisasi serta menyelamatkan citra KADIN secara keseluruhan.

“Ini menurut saya KADIN Pusat dan Provinsi itu harus cepat-cepat mengambil tindakan komprehensif untuk menyelamatkan KADIN Kota Cilegon, terutama dari citra buruk,” tegasnya.

Ia berharap KADIN Pusat dan Provinsi Banten tidak tinggal diam dan segera menjalankan mekanisme organisasi sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART).

Dalam pasal 19 AD ART Kadin dijelaskan tentang sanksi pembekuan dan pergantian pengurus atau pergantian antar waktu untuk susunan pengurus Kadin.

“Untuk menyelamatkan ya mainkan, mainkan aturan main, AD ART-nya kan jelas. Jika melanggar atau berhalangan tetap, ya sudah langsung diambil alih sama setingkatnya,” pungkasnya.

Menurut Samlawi, pembiaran terhadap situasi ini hanya akan memperburuk citra dan kepercayaan publik terhadap KADIN. Ia kembali menekankan pentingnya langkah cepat demi menyelamatkan organisasi.

“Kami tahu ini membawa nama KADIN, ini citra buruk bagi KADIN. KADIN Provinsi harus selamatkan KADIN Cilegon ini. Kalau terlalu larut nanti lebih bahaya,” tutupnya. (*/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like

Konteks Media merupakan media suara rakyat, dengan mengedepankan pikiran-pikiran kritis dan terbuka. Memberikan informasi yang faktual, aktual, serta detail kepada publik. Dengan mengedepankan prinsip-prinsip media yang independen sebagai media alternatif jalan pikiran masa depan rakyat Indonesia.