KonteksMedia – Pemerintah Kabupaten Serang mengevakuasi sekitar 500 jiwa atau kurang lebih 260 kepala keluarga (KK) akibat bencana longsor gunung kaupas yang berlokasi di Kampung Cibodas, Desa Kadibereum, Kecamatan Padarincang.
Evakuasi dilakukan sebagai langkah antisipasi mengingat kondisi longsor dinilai cukup tinggi dan membahayakan keselamatan warga.
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, mengatakan evakuasi dilakukan setelah pihaknya bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan peninjauan langsung ke lokasi bencana.
“Kami datang ke Kampung Cibodas bersama OPD terkait, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, BPBD, Dinas Sosial melalui tim Tagana, serta seluruh relawan untuk meninjau lokasi longsor. Longsornya cukup besar, tinggi, dan sangat mengkhawatirkan, sehingga warga yang berada di sekitar titik longsor harus segera dievakuasi,” katanya saat mengunjungi lokasi, Rabu (7/1/2026).
Menurutnya, seluruh warga terdampak sementara ditempatkan di sebuah madrasah yang dinilai lebih aman dari potensi longsor susulan.
Langkah evakuasi cepat yang dilakukan pemerintah desa bersama warga setempat berhasil mencegah jatuhnya korban jiwa.
“Alhamdulillah tidak ada korban. Ini berkat kesigapan warga dan aparatur desa yang cepat melakukan evakuasi sejak awal. Kami sangat mengapresiasi kerja keras semua pihak,” katanya.
Bupati juga mengimbau masyarakat untuk terus waspada mengingat curah hujan yang masih cukup tinggi di wilayah tersebut.
Ia berharap hujan segera mereda agar potensi longsor lanjutan dapat diminimalisasi.
“Kami mohon doa dari semua pihak agar kejadian ini tidak terulang kembali. Jika hujan terus turun, kami khawatir akan terjadi longsor susulan,” ujarnya.
Terkait kebutuhan para pengungsi, Pemerintah Kabupaten Serang telah menyalurkan berbagai bantuan dasar.
Dinas Sosial diminta memastikan ketersediaan logistik seperti sembako dan makanan siap saji.
Selain itu, bantuan berupa popok bayi juga telah didistribusikan mengingat banyaknya balita dan bayi di lokasi pengungsian.
“Dari dinas provinsi juga sudah ada bantuan berupa paket logistik, kasur lipat, dan selimut. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu,” katanya.
Ia menambahkan, salah satu kebutuhan mendesak di lokasi pengungsian adalah fasilitas sanitasi.
Pemerintah daerah saat ini tengah menyiapkan WC portabel untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi.
“Insya Allah WC portabel sedang dalam perjalanan dan akan segera tiba. Kami akan terus melihat kondisi di lapangan,” jelasnya.
Ke depan, kata Dia, BPBD bersama Dinas PU, TNI-Polri, dan pihak terkait akan melakukan asesmen lanjutan untuk memastikan keamanan wilayah terdampak.
Warga belum diizinkan kembali ke rumah masing-masing sebelum dinyatakan aman.
“Jika kondisi belum aman, warga tidak perlu kembali dulu karena sangat berbahaya. Kita akan lihat perkembangan satu sampai tiga hari ke depan,” pungkasnya. (*/Red)